Sabtu, 16 Agustus 2014

i pray this is the last tears

Dear...
kesedihan malam ini milik hatiku, yang hanya bisa menyaksikan fikiranku terbang melihat betapa lemahnya diriku...
ini takdir, semuanya sudah tertulis....
tapi hatiku yang rapuh ini, harus lebih kuat dari apa yang telah ditakdirkan...
kadang menangis hanya meninggalkan mata yang lebam, tapi aku berharap kali ini tangisanku meninggalkan harapan baru, mengembalikan senyum semangat yang dulu terkembang dan sekarang hanyalah sekedar serpihan bahagia yang telah terpisah-pisah....

apa aku mampu lebih kuat dari ini ?
semoga,,,,,

Minggu, 08 Juni 2014

Senja bersamamu

"Kenangan tentang senja, 
Kesedihan ataupun kebahagiaan bersamanya, 
Senja selalu meninggalkan kesan hangat tersendiri" 

Setiap orang memiliki kenangan bersama senja masing-masing. Sebagian menyimpannya rapat jauh di kotak masa lalu, sebagian lagi menjadikannya moment terfavorite sepanjang hidupnya.
Seperti saya, yang selalu mengenang senja dengan senyuman. Meski kenangan yang di antarkan senja, bukan kenangan yang manis, namun selalu meninggalkan simpul senyum yang menjadikan kenangan itu menjadi kenangan indah yang tak tegantikan.

Sore ini, seperti sore kemarin. Dari tempat peristirahatan yang di balut hangatnya udara kota Surabaya. Matahari tenggelam menghadap ke salah satu jendela kamarku. Cahaya jingga itu perlahan masuk dan memenuhi hampir seluruh kamarku. Jingga bercahaya, rasanya seperti mau menangis, senja sore ini membawa ku kembali menelusup ke senja-senja yang lain yang pernah kulalui.

Aku tidak pernah memilih untuk bernostalgia tentang kenangan bersamamu. Sebenarnya aku lebih memilih untuk merelakan hatimu yang sudah tidak memilihku lagi untuk berada di sana. Namun senja memberikan takdir yang lain. Kenangan bersamamu tak akan pernah bisa luput, di saat senja datang.

Aku ingat, beberapa tahun lalu saat kita menyantap kopi pertama kita di balkon rumahku. Menunggu sore usai, menikmati hingga senja berakhir. Secangkir kopi hitam buatmu sengaja tak ku beri gula, agar kau tak akan pernah lupa dengan rasa kopi buatanku. Keningmu berkerut dan kau bilang rasa kopi itu pahit, aku hanya tertawa melihatmu menghabiskan kopi itu, menikmati setiap teguk darimu. Dalam hatiku berkata, wajah ini yang nantinya akan selalu membuat ku rindu. Rindu dengan rasa kesalmu padaku, rindu dengan rasa ingin selalu bersamamu.

Aku bertanya, apakah kau mengingatku di dalam senjamu ?
Merindukan senyumanku yang mampu mengusir resahmu, merindukan hadirku yang selalu bisa melenyapkan sedihmu.
Saat itu usia kita masih belasan, kita terlalu muda untuk memahami apa itu cinta sejati dan sangat mengerti tentang apa itu cinta pertama...
Putih abu-abu mengiring senja yang kita lalui bersama menjadi senja yang kita habiskan di tempat berbeda
Hingga nanti dan selamanya, 
Senja masih bersama cahaya jingganya yang indah,
Sedangkan hati kita ?
Begitu jauh dengan masa lalu dan kenangan-kenangan itu.

Aku berdiri, 
Menatap masa lalu yang indah itu, 
Masa lalu bersama senja denganmu....



Senin, 19 Mei 2014

Harapan dan Pengharapan

Hampir setahun di kota Pahlawan ini,
Hampir setahun menghirup oksigen di bawah langit yang lapisan ozonnya sudah menipis, aliass bukan Surabaya namanya kalo gak panas nya cetar membahana...

Banyak bertemu dengan orang baru, tepatnya dengan orang-orang yang memberikan pelajaran hidup yang tidak aku dapatkan selain dari mereka. Pelajaran yang banyak ku maknai tentang hidup ini adalah perjuangan dan mungkin bagi sebagian orang menjalaninya dengan susah payah dan penuh pengorbanan.

Contohnya, seorang Nenek tua yang akrab ku panggil Mbah, yang tiap harinya duduk di bawah pohon dekat gerbang kampus, yang mengjalani hari-harinya di bawah pohon itu, berlindung dari teriknya matahari sambil menunggu kebaikan atau pun belas kasihan dari mahasiswa yang lalu lalang untuk membagi sedikit rejeki dari Tuhan.
Setiap hari, ku sempatkan tersenyum dan menyapa Mbah. Dengan hangat dan sambil tersenyum Mbah membalas sapaanku dengan doa "Hati-hati yah Nak, semoga sukses, baik-baik !!!"
Terkadang hatiku terenyuh, Mbah tidak mengenalku, aku hanya menyapanya, tapi kenapa Mbah begitu baik dan begitu tulus mendoakan ku seperti itu. Orang yang tidak pernah ku kenal, orang yang tidak pernah aku berbagi cerita dengannya dan orang yang baru aku temui...
Mereka yang katanya orang susah, tapi menurutku luar biasa...
Mereka yang katanya orang tak punya, tapi bagiku mereka memiliki sesuatu yang sangat berharga

"Kasih kepada sesama, tulus..."

Senyuman dari orang-orang seperti mereka, mungkin tidak akan pernah kamu dapatkan bahkan dari temen-temen kalian, kerabat ataupun rekan kerja kalian. 
Saat melihat mata mereka, jauh ke dalam di sana banyak harapan. Harapan yang mungkin bukan hanya kepunyaan mereka, tetapi kepunyaan anak dan istri mereka. 
Apa yang mereka perjuangkan, usaha apa yang mereka lakukan untuk tetap bertahan hidup dan menjalani hari-hari mereka. 
Apa yang mereka hadapi, 
Bukan kah cukup berat untuk kita ? 

Mungkin Tuhan menguji kita, 
Apa kita mampu untuk menyadari, 
Kalau sebagian dari harta kita adalah milik mereka...
Dan apa yang kita miliki hingga saat ini, semuanya adalah titipan yang sewaktu-waktu mungkin tidak lagi menjadi milik kita. 

Setidaknya, 
Hati kita berdesir, saat melihat tatapan mereka. Tatapan yang penuh dengan harapan dan pengharapan...

 



Senin, 05 Mei 2014

I miss us, who come from year ago....

Seperti ada yang hilang dari sini. 
Aku rindu dengan kehidupan ku yang dulu. Saat kita saling memiliki dan berkata, "Hal buruk apapun yang akan terjadi besok, tidak mengapa. Karena kita telah memiliki hari ini" ....
Apa masih ada, sebongkah hati yang selalu yakin tentang kebahagiaanya hari esok ?
Kenapa masa lalu terlihat begitu menyenangkan bagiku...
Aku rindu kita yang dulu...
Aku rindu.....
  
 Dulu, kita begitu menyenangkan...
Menatap hidup ini dengan kacamata ajaib kita, melangkah dengan pasti tanpa ragu dan satu-satunya hal yang dulu paling kita takuti adalah sebuah perasaan takut untuk tidak mencoba dan menyerah. 
Kita begitu bersinar, berusaha memenuhi hati kita dengan cinta dan kasih.
Saat masalah membuat langkah kita melambat, kita beristirahat sejenak dan berusaha melihat semuanya lebih dekat. Memantapkan diri, kalau badai pasti berlalu. Dan hujan akan berakhir dengan pelangi. 

Aku ingat, cara kita berjalan begitu tegap dengan senyuman yang merekah. Ocehan dan lelucon yang selalu menghangatkan suasana. Obrolan kecil kita tentang keyakinan akan kebahagiaan, selalu menjadi bagian yang tak pernah terlewatkan saat sebelum tidur dan sebelum menyambut datangnya hari. 
Aku rindu tawa lepas itu...Suara tawa tanpa kebohongan di dalamnya, luapan dari hati terdalam. 
Dan perbincangan rahasia kita tentang mau jadi apa kita di saat tua nanti ?
Apakah kita menghabiskan sisa usia kita dengan orang yang kita cintai ?
Jatuh cinta, menikah dan memiliki anak. Memiliki rumah dengan halaman yang luas, tempat anak-anak kita bermain. Disana akan tumbuh bunga mawar dan anggrek bulan. Bunga favorite kita.
Meraih cita-cita kita, menjadi seorang ibu  dan istri yang baik dan luar biasa.
Berharap, masa depan akan menjawab pengorbanan dan perjuangan kita dengan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Aku teringat, beberapa tahun lalu, kita sering menangis bersama. Terbangun di tengah malam dan menemukan diri kita yang lemah dan tak ada lagi yang bisa kita perbuat selain menitikkan air mata dan berteriak sekeras-kerasnya dalam hati kita tentang nama Allah, nama ibu, nama ayah dan nama adik-adik kita. Manahan rasa sakit dan kerinduan karena terpisah jutaan kilometer jauhnya dengan orang-orang yang kita sayangi. Menangis hingga lelah dan keesokan paginya kita terbangun dengan keadaan mata yang lebam dan senyuman itu menghilang. 

Namun satu hal yang kita sadari, air mata dan kesedihan itu datang dengan alasan. Dan mereka akan selalu datang dan pergi di sepanjang kehidupan kita. Kita tak akan pernah benar-benar kehilangan mereka. Namun kita tak pernah khawatir, karena saat kesedihan datang, dia juga akan membawa seorang teman yang bernama kebahagiaan. Kita selalu percaya, akan selalu ada cahaya di terowongan gelap, yang akan menuntun kita kembali ke jalan yang penuh cahaya.

Entah kenapa, belakangan ini aku seperti kehilangan sebagian dirimu. Apa kau telah meninggalkanku ??
Jujur aku tak bisa seperti ini, aku ingin kau tetap disini. Membantuku melewati semua ini, menguatkan hatiku yang hancur porak poranda, mengembalikan senyuman itu. Senyuman yang tak akan pernah tergantikan oleh apapun. 
Aku ingin kau disampingku, menemaniku menangis bersama. Melewati malam-malam yang begitu panjang dan di penuhi oleh luka yang mendalam. Aku hanya perlu kau untuk bisa melewati semuanya.
Aku tak mau siapapun, aku hanya ingin kau kembali.
Aku hanya kita yang seperti dulu.

Karena aku bukanlah aku tanpamu, aku tak pernah lengkap tanpamu, aku tak mungkin pernah bisa utuh bila kau tak disini. Aku lemah, aku tak berdaya, ku mohon kembali lah...
Jika kau mendengarku, jika kau membaca ini...
Kembalilah...

Tempat ini, hanya untukmu...

With love, 
Dear My Half....

I miss us, So much..
My Half

Minggu, 27 April 2014

3 kesedihan yang datang malam ini....

Dear..
Udah lama gak nge post di blog ini. Jadinya kangen banget...
Saat yang paling tepat untuk menulis adalah di saat kamu merasakan kebahagiaan yang mendalam atau, kesedihan yang mendalam... :(

Kesedihan pertama,
Udah 3 kali tes ELPT (sebutan TOEFL buat pin lab Unair), tapi belum lulus-lulus juga..
Mungkin karena kurang persiapan, karena kesibukan kuliah dan tugas-tugas kuliah...
Sedih gue, sedih banget !!!
Merasa sedikit kehilangan keyakinan dengan kemampuan yang di miliki,  merasa payah dengan diri sendiri.
God, please help me...
Please....

Kesedihan kedua,
Ngeplly beasiswa Bakrie center foundation tapi belum lulus juga,
Sudah berusaha melengkapi persyaratan berkas dan bla bla persyaratan lainnya,
Mungkin belum rejeki kali, :(
Merasa belum layak menjadi penerima scholarship....

Kesedihan ketiga,
Rindu sama orang-orang yang selalu memberikan semangat..
Tidak peduli betapa nelangsa hati ini, betapa kecewa dengan diri sendiri,
Mereka selalu dengan kebahagiaan menyelimuti sedihnya hatiku...

Seandainya kalimat "La tahzan" itu terucap dari bibirmu,
Aku tahu, kalimat itu datang dari jauh dalamnya hatimu....

Mungkin ini teguran dari Allah, karena dosa-dosaku dan perhatianku kepada urusan dunia lebih besar daripada perhatianku kepada Allah,,,
Berharap bisa menjalaninya, berharap bisa melaluinya dengan ketegaran dan keikhlasan..




Senin, 07 April 2014

Salam hangat buat kamu (cinta) dari sebongkah hati yang retak

 
 Salam hangat buat kamu (cinta) dari sebongkah hati yang retak...


Saat cinta itu berjalan ke arah yang lain....
Saat kau pergi, aku seperti baik-baik saja, padahal tidak. Karena hati yang dulu utuh karenamu, sekarang bukanlah apa-apa tanpamu. Cinta yang dulu pernah kau kenalkan, itu bukan cinta, tapi pura-pura cinta, palsu. Benih bunga sakura yang kau tanam, kau racuni sebelum bersemi. Mati, kering kerontang. Kau habisi satu nyawa dari dunia ini, kau biarkan jiwa itu pergi dengan kesedihan.

Sebongkah hati yang retak, sebongkah hati yang patah...
Hanya itu yang kau tinggalkan untukku, karena bagiku sungguh kenangan tak bisa mengobati saat melihat sayap cinta yang lain mengepaki hatimu. Sekarang aku mengerti, kalau keegoisan adalah bagian dari cinta, bukan hanya rasa sakit dan pengorbanan.Kau tidak akan pernah bisa benar-benar membenci orang yang  kau cintai, bahkan bila kau terluka olehnya hingga tak ada lagi hal yang bisa kau selamatkan selain dirimu yang sudah tidak mempercayai cinta lagi.

Salam hangat buat kamu (cinta) dari sebongkah hati yang retak...
Aku ingin membencimu seumur hidupku, aku berdoa agar kau hidup dengan kutukan yang membuatmu tidak pernah benar-benar merasa bahagia dengan pilihanmu. Tapi kebencian memantulkan bayangmu dan aku tak ingin menjadi sepertimu. Karena aku ingin cinta menemukanku kembali, kembali membuka pintu hatiku meski itu bukan dirimu....


Jumat, 21 Maret 2014

Our Friendship is Broken


"Cinta itu terkadang rumit dan menyebalkan. Apa salah jika aku bilang, gara-gara cinta, persahabatan kita hancur...Atau tepatnya keegoisan karena cinta, persahabatan kita hanya tinggal kenangan...."

Seorang teman SMA pernah berkata, "Orang yang benar-benar mencintaimu tak akan pernah memberikanmu pilihan siapa yang harus di pilih antara cinta atau sahabatnya, karena orang yang benar-benar mencintaimu tak ingin kamu kehilangan salah satunya"
Aku masih ingat, bagaimana rasanya saat hatiku terenyuh mendengarkan itu. Kalimat yang ikut mendewasakan karakterku hingga kini, yang membuatku sadar bahwa orang yang benar-benar mencintai kita, adalah orang yang tidak ingin membuat kita kehilangan, yang tidak hanya melihat kepentingannya tapi selalu mengingat apa yang terpenting buat kita.
 

Cinta yang aku kenal selama ini adalah cinta yang selalu menghidupkan sebagian dari kita yang telah lama mati. Rasa yang menggetarkan sesuatu yang lama tak bergerak, yang membuat jantung berdegup lebih cepat. Cinta yang mengembalikan semangat yang dulu hanya mampu bersembunyi seperti pengecut di bayang ketakutan kita akan kegagalan. Cinta seperti itu yang aku tahu, yang mampu merubah seorang mayat hidup menggunakan hatinya kembali untuk belajar merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai.

"Entah itu cinta dari seorang sahabat atau kekasih, yang ku tahu cinta tak akan membuatmu kehilangan salah satunya "


Sahabat itu bukan sekedar lelucon, yang bila udah gak lucu, seenaknya kita mencari lelucon lain. Tidak peduli, omong kosong apa yang kamu ucapkan dari malam hingga dini hari, aku hanya ingin malam itu berlalu bersamamu, mendengar ocehan bla bla bla yang sama sekali gak penting, yang penting itu kamu, yah kamu....
Saat besok dimana hari memisahkan kita, aku mengenggam tangan mu erat. Menyanyi dan menikmati lagu, mengukir kenangan sebisanya. 

"This is way too hard, cause I know When the sun comes up, I will leave This is my latest glance that will soon be memory"

Soulmate bukan hanya sekedar tentang cinta, soulmate juga bisa kamu dapatkan dari persahabatan. Sahabat itu, seseorang yang selalu ada bahkan saat kamu lupakan. Seseorang bisa menjadi dewasa menyikapi sifat kekanak-kanakan kita. Seseorang yang mampu membuat kita merasa berarti, meski hati kita tersakiti karena orang lain. Seseorang yang membuat kenangan menjadi aneh, bila terlewati tanpa hadirnya....

  
"Friendship is the Beginning of Love while Love is the Ending of Friendship"