Rabu, 19 Februari 2014

Dinis Kejuaraan Nasional KYT FDR Motor Prix

Hello penggemar dan penggila Road Race yang ada di kota Kendari dan sekitarnya, ada kabar gembira buat temen-temen semua. Mau tau apa ??
Cekidot yah....:)

Sebentar lagi bakalan ada acara seru dan pastinya cetar membahana badai sejagat raya khatulistiwa bagi temen-temen semua yang selama ini telah menantikan dan menunggu KEJUARAAN NASIONAL MOTORPRIX yang kali ini Present By. Dinis Motor Sport Kendari...
Mau tau tentang event ini  lebih lanjut ?? Cusss....

"IKUTI DAN SAKSIKAN"
Dinis Kejuaraan Nasional  KYT FDR Motor Prix Region 5 
Putaran 1 dan Dinis Open Tournament 2014
Tanggal 1 & 2 Maret 2014 
Bertempat di Area Eks. MTQ Kendari Sulawesi Tenggara
Kelas yang di perlombakan :
Kelas bebek 125cc 4 tak tune up seeded (mp1)
Kelas bebek 110cc 4 tak tune up seeded (mp2)
Kelas bebek 125cc 4 tak tune up pemula (mp4)
Sporting Race : 
Kelas bebek 125cc 4 tak standar pemula batasan umur (mp5)
Kelas bebek 125cc 4tak standar bebas umur (mp5)
Kelas matic standar s/d 130cc non kategori (mp7)
Kelas matic standar s/d 130cc pemula lokal Sulawesi tenggara (mp7)
Untuk info lebih lanjut, hubungi :
081341855427 (Dony)
085241820808 (Kezi)



Gimana ??
Bakalan banyak yang seru-seru dan keren-keren kan...
Sayang banget kalau di lewatin, apalagi ini Kejuaraan Nasional alias Kejuaraan bergengsi...
Untuk pembalap berbakat di luar sana, tunggu apa lagi ?e
Segera hubungi Contact Person kami dan daftarkan diri kalian :)
We are waiting for you guys...

Untuk temen-temen dan fans pembalap kece, 
Jangan sampai kehilangan moment untuk menyaksikan secara LIVE pembalap idola kamu di kejuaraan motor prix kali ini,
Ajak temen kamu, sohib and bestie kamu, pacar kamu, om, tante, keluarga, dan jangan lupa sampaikan ke RT, RW dan Kelurahan tentang Event ini, sebelum nyesal karena ketinggalan informasi :)
 
Ini dia moments to Remember Dinis Motor sport...
Intermedzo..

 At Basecamp Tempo Doloe

Hot Spot

We Are the Crew Now

Behind The Scene Prepare The Tournament This Year

Sekali lagi, di tunggu partisipasi dan kedatangannya yah untuk temen-temen semua,  
"Fast and Serious..."
Don't Miss It



Jumat, 14 Februari 2014

Hello 5 Februari

Hello 5 Februari...
5 Februari datang, saya berdoa semoga kamu senang !!!
Apa keinginan terbesarmu hari ini ?
Apa harapan terindahmu kali ini ?
Dengan siapa saja kamu akan melewatkan waktu kali ini ?

 Hello Semok !!

"Be health, have long life and find another way to vacation. Meet new bestie and always feel freedom. Be happy and don't worry cause love will find you"

"Happy born day Semok...I wish, i can say that face to face"

Kamis, 13 Februari 2014

Trip To Jember Chapter 2 : Kawah Ijen

Untuk beberapa waktu, akhirnya bisa mendaki lagi. Jadi inget masa-masa SMA di Kendari, akhir pekan yang biasanya saya dan temen-temen OSIS ke gunung kecil untuk hiking, menikmati pesona waterfall yang ada di sana. Sekarang, bareng temen-temen kuliah Magister Farmasi, misi liburan kami adalah menaklukan gunung Ijen, menikmati pesona kawah Ijen di atas sana.

Welcome dear

Hello Backpacker Eceehh-ecehh

Suasanannya ramai banget. Banyak yang buat tenda sendiri, ada yang nginap di shelter seperti kami, suasana warung makan disekitar shelter di penuhi oleh pengunjung, menikmati segelas kopi untuk menghangatkan badan. Saya dan temen-temen memilih melahap semangkok bakso untuk makan siang kami. Selanjutnya, saatnya foto-foto dan bernarsis ria.

Menjelang Magrib di Sekitar Shelter

Udah mulai berkabut

Foto-foto sampai sore, trus istirahat di shelter sambil maen kartu sama nyanyi-nyanyi kebetulan mas Alvan bawa gitar. Tapi lagu yang di mainkan mas Alvan, kebanyakan hanya lagu-lagu yang di jamannya aja alias jadul 90 an ke bawah, hehehe, maklum orang tua :). Makan malam Pop Mie sama jagung bakar dan singkong bakar. Semua peralatan dan bahan makanan kami siapkan dari Jember.

With Om Alvan  Gitaris From Jember City

Barbeque an Jagung and Ketela

Jam 9, kami mempersiapkan apa yang mau di bawa besok subuh. Semua senter, makanan dan minuman di kumpulkan jadi satu. Karena yang akan membawa semua persediaan air minum dan makanan ke puncak adalah Mas Rais dan Mas Fadil. Setiap dari kami di wajibkan melengkapi kaos kaki, sarung tangan, masker, jaket, syall, jas hujan dan perlengkapan lain yang nantinya kemungkinan akan di butuhkan selama pendakian (cth: Tissue basah, obat pribadi). Setelah itu, kami istirahat. Selang beberapa menit temen-temen udah terlelap termasuk saya. Namun, sekitar jam 23.30 saya terbangun, tiba-tiba kakiku gemetar kemudian disusul sekujur tubuh. Sepertinya saya merasa gak normal, jangan-jangan saya sakit lagi, mampuss !! Waduh, kalau sampai sakit, bakalan gak bisa ikut mendaki ntar subuh. Pelan-pelan saya bangun dan duduk, ternyata Mas Fadil juga ikutan bangun lalu di susul teman-teman yang lain. Astaga, malem itu dinginnya pake cetar membahana badai sejagat raya, dingin bingitssss.....Tak bisa menahan panggilan alam ke kamar kecil. Kemudian berusaha mencoba kembali tidur dengan menambah balutan pakaian dan celana 3 lapis, syall melingkar di leher sampai susah bernafas, heheheeh. Kacau, asyemm dingin banget :(

Jam 2 dini hari kami semua di bangunkan, makasih buat Mas Wahyu yang udah menyiapkan santapan energen n kopi panas. Semuanya siap-siap dengan stelan yang bisa menghangatkan, kami berkumpul lalu di bagikan senter satu per satu, kemudian berdoa bersama sebelum mendaki. Pendakian kami mulai tepat jam 03.00 dini hari. 

Bonek (Bocah Nekad)

Berdoa Dulu Sebelum Berangkat

Medan pendakian lumayan curam, terbukti dengan nafas kami yang terengah-engah sambil mendaki. Tidak ada sumber cahaya lain, selain dari senter yang kami bawa. Kiri kanan hutan dan beberapa kali spot melihat kota Banyuwangi dari atas, its so beautifull moments. Bukan cuman kami, tapi banyak pendaki lain bahkan banyak yang dari luar negeri alias bule. Diperjalanan ke atas, Mba Rani bertemu dengan bule yang umurnya udah di atas 60 tahun, katanya bule itu udah sering menjelajahi keindahan Indonesia. Waawww, proud be Indonesian citizen. Orang luar aja bangga dengan keindahan Indonesia, apalagi kita guys...

Pose On The Way

Jadi ceritanya temen saya Nurul (Gambar yang tengah) itu gak kuat mendaki, akhirnya berkat our lady hero si mba Meyke, dengan semangat membopong Nurul sampai puncak. Luar biasa perjuangan Nurul yang katanya sama sekali gak nyanka kalau medan perjalanannya berat banget. Heheheh
Ada juga perjuangan yang tak kalah hebatnya diantara perjuangan kami, sebut saja "Bunga" (Namanya di sensor aja yah), seorang perempuan bermental baja yang berhasil menahan Boker hingga puncak.Luar biasa, sangat super sekali :)
Tak akan pernah saya lupakan fenomena yang satu ini. 

Udah Setengah Tak Berdaya

Jadi memang mendaki itu enaknya pas malem hari. Salah satu keuntungannya, karena gelap jadi kita tidak bisa melihat suasana dan keadaan rute yang menanjak, ini berkaitan dengan psikolog kami dan sugesti. Cuman di iming-imingi katanya "Sebentar lagi kok", "Ini udah dekat", padahal masih sangat jauh. Suasana di atas itu romantis, saya sempat lihat bintang jatuh, langit penuh dengan hamparan bintang. Setelah berjalan 2 jam diselingi dengan beberapa kali istirahat, akhirnya kami tiba di puncak. 
Cuman Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar dan air mata saat tiba di atas, memuji keindahan ciptaan Allah. 
"Sekarang aku mengerti, seorang pendaki yang selalu ingin kembali ke gunung"

Small Heaven Ijen

With Mas Rais 

The Boys 


The Girls

Di puncak udaranya lebih dingin dari di shelter. Bau belerang yang sangat menyengat. Masker lapis 2 gak ampuh, sampai maskerku harus dibasahi dengan air lagi baru agak mendingan. Ada yang foto-foto, duduk termenung menikmati semuanya, ada yang buang hajat, buang air kecil, ganti pembalut, menikmati makanan dan minuman yang kami bawa dan bercerita tentang kisah hidup yang indah. Saya memilih untuk merebahkan badan, menatap langit dan merenungkan sudah berapa jauh jarak yang aku tempuh meninggalkan rumah dan orang-orang yang aku sayang di sana. Semakin jauh melangkah, semakin banyak tempat dan orang-orang baru yang ku temui, semakin dasyat rasa rindu untuk kembali pulang. Tapi entah perasaan apa, aku tak memungkiri kalau sebenarnya ada rasa nyaman di dalam hati. Menyusuri tiap sudut dunia ini dengan pengalaman bermakna. 

Pinggir Kawah Dari Atas

 Kawahnya Tepat Berada di Bawah

Apelnya Serasa dari Lemari Es

With Mbak Lincah 2

With Bestie


Setelah puas foto-foto, cukup beristirahat dan menikmati suasana di atas, di dukung dengan udara yang semakin mendingin akhirnya tepat jam 07.30 kami memutuskan untuk turun. Sempat terkaget-kaget melihat medan yang telah kami daki, waawwww bener-bener menanjak sampai turun pun susah karena takut terpleset. Dalam perjalanan turun alhamdulillah 2 kali terkilir, untung ada Counterpain.

Kata orang, katanya kalau di gunung sifat asli kita kelihatan. Yang saya lihat dari pendakian ini, bahwa tak ada kata tidak bisa selagi kita mau berusaha, yang ada hanyalah tidak ada kemauan. Dan kalaupun ternyata setelah berusaha akhirnya gak sesuai dengan harapan kita, paling gak kita menyadari bahwa perjuangan dan perngorbanan itu indah dan menakjubkan...

"Ijen adalah surga kecil bagi saya. Ijen sangat indah, seperti surga kecil yang disediakan Allah buat kita di dunia..."




Senin, 10 Februari 2014

Trip to Jember Chapter 1 : Air Terjun dan Kolam Air Panas

Dear..
Akhirnya posting juga...
Setelah melalui hari-hari yang menyibukkan dan terlalu sering menyibukkan diri, akhirnya bisa kembali mengisi lembaran diary online ini lagi..
Penat, jenuh, BT sama tugas-tugas kuliah, ujian dan rencana masa depan tentang thesis, heheheh, akhirnya rencana liburan yang dulu-dulu saya n temen-temen sekelas rencanakan, akhirnya terwujud juga.
Ada gunung bromo, Bali, Savana Surabaya dan Kawah ijen, tapi kami memutuskan untuk melakukan trip ke kawah ijen Banyuwangi...
What awesome trip with my friends...
Sedikit cerita dulu yah tentang kawah ijen, jadi kawah ijen itu salah satu kawah yang paling asam di dunia karena memiliki derajat keasaman mencapai 0, wawwwww !! terletak di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso. Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen, suhu kawah mencapai 100 derajat celcius tapi suhu udara di puncak gunung bisa mencapai 10 derajat celcius bahkan di bawahnya dan itu bener-bener terasa banget dinginnya pas di puncak. Tapi selain itu semua, bagi saya kawah ijen adalah salah satu surga kecil di dunia yang pernah ku datangi...

Its my story,
Jadi hari kamis jam 3 sore kami berkumpul di stasiun kereta api Gubeng, sebanyak 16 orang pada hari itu dan 2 diantaranya ketinggalan kereta (Baca : Kak Rais dan Om Rahadi), 1 orang hampir ketinggalan kereta (Baca: Mas Nasrul). Perjalanan kami tempuh kurang lebih selama 4 jam di atas kereta yang penuh huru-hara kebisingan kami yang sudah pasti sangat mengganggu penumpang lain, hehehe..

 Created by tongsis

Salah satu kericuhan yang terjadi karena ulah tongsisnya mba Rani, hahahaha...
Jadi kami bisa dibilang kumpulan mahasiswa S2 yang muda-muda dan orang tua yang berjiwa muda (Baca : Mas Teguh, Mas Nasrul, Mba Agnis), hehehe, jangan salah momongan mereka udah 2 sampai 3 orang. #Lincah
Nah, karena perjalanan yang asik banget jadi gak kerasa deh tiba-tiba udah tiba di Jember. Kami di jemput sama suami n adiknya mba Agnis, keluarga hebat yang sangat ramah bersahaja menyambut kami, terimakasih buat jamuannya selama trip ini mba Agnis sekeluarga, senyuman, bantuan, kebahagiaan dan semua perhatiannya, karena liburan kali ini menjadi liburan yang tak terlupakan. Kebersamaan ini menjadi kebersamaan yang cukup sulit untuk mengakhirinya. 

Tiba di kota Jember, langsung menuju rumah makan puja asera kota Jember, masakannya khas masakan Indonesia tapi gak khusus makanan Jawa aja, terlebih lagi banyak cemilan dan makanan kecil lainnya yang bisa dijadikan sebagai makanan penutup. Setelah itu, kami di ajak mba Agnis menuju puncak kota Jember, jadi dari situ bisa liat kota Jember pada malam hari, seperti di Lembang kalau di Bandung...

Judulnya menggembel depan stasiun, with. Mba Neka

Di pendopo puncak dengan muka mengkilat tapi tetep semangat

Setelah puas menikmati kilauan kota Jember di malam hari sambil minum teh hangat dan cerita-cerita kecil, kami langsung cus kerumah mba Agnis, beres-beres persiapan buat besok, trus bobo cantip semua karena besoknya jam 6 pagi kami sudah harus memulai perjalanan ke Bondowoso. 

The Cool Crew

Sebelum berangkat, berdoa dulu

Perjalanan kami tempuh kurang lebih selama 5 jam, dalam perjalanan sempat singgah beli rambutan, trus singgah di Indomaret beli perlengkapan dan bahan makanan yang kurang dan singgah di pos I sebelum memasuki wilayah wisata kawah ijen. 

Banyak diantaranya adalah Hot Daddy


The Strong Girls

 Look at my Back

Memasuki kawasan wisata kawah ijen udara dingin mulai cetar membahana, di samping kiri kanan terlihat hutan dan jurang dengan pepohonan yang tinggi menjulang. Satu hal yang tidak akan pernah saya lupa, hutan bukan sekedar hutan, tapi hutan dan jalan yang kami tempuh di tutupi kabut yang mengingatkan pada salah satu scene film Twilight. Suasananya menyejukkan, damai, hening tapi agak sedikit menakutkan. Pada saat itu, hati mulai berbicara tentang kenangan-kenangan kegalauan yang mulai terkupas satu per satu. heheheh..
#Private

Setelah singgah untuk makan siang, kami langsung menuju air terjun dan permandian air panas ditempuh kurang lebih 30 menit dari pos 1 kawasan wisata kawah ijen, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki kurang lebih sekitar 30 menit.




Selfie


Air terjunnya gede banget, jadi gak bisa mandi. Bisa sih nyemplung tapi gak tau bisa balik gak yah..hehehe...

@Kolam air panas

Ini sebenernya foto aib, tapi mau gimana lagi, kok pas di kolam air panas gak ada foto-foto yah ??
Hemm, cuman moment ini dengan gaya berendam yang gab jelas dan gak biasa #asyemmm 

Anyway, setelah puas main air dan menikmati pemandangan, kami lanjutkan sholat dzuhur trus lanjut perjalanan menuju ke shelter kawah ijen. Perjalanan di tempuh hanya dalam waktu sekitar 20 menit. Lalu kami terpukau dengan pemandangan di shelter yang ramainya tak seperti biasanya. Ternyata moment liburan kali ini, banyak di pergunakan orang-orang untuk quality time di sini.

Cerita selanjutnya, saya sambung di Trip to Jember Chapter 2 yah,,,,
Mau lanjut kuliah dulu, ada presentasi :) 

Selamat menikmati,
Salam hangat :)


Minggu, 26 Januari 2014

Selamat datang 26 Januari 2014

Selamat datang 26 Januari 2014
Terimakasih karena di tahun ini kau datang kembali. Membuat usiaku bertambah dan umurku berkurang.
Kali ini, kau datang saat aku berada jauh dari rumah,  berjarak ribuan mil dari orang-orang yang aku sayang dan menyayangiku. Tapi, kau selalu datang dengan cerita yang lain yang tak pernah mengecewakanku.


Semoga semua cinta dan harapan terwujud. Semoga Allah mendengarkan dan mengabulkan doa-doa terbaik yang terpanjatkan dari hati orang-orang tersayang.
Saat 26 Januari terlewati, hatiku siap menyambut setiap kejutan yang akan di berikan hidup ini.

Happy born day, Ushie...
Yang kata orang-orang selalu ceria dan menyemangati....
Hope Allah always give love in every step you take,
Aamiin....

Minggu, 29 Desember 2013

Akhir Tahun yang Indah

Dear...
"Terimakasih ya Allah, Kau berikan aku akhir tahun yang indah"

Tanggal 22 Desember 2013, Paman, Tante dan keempat sepupuku tersayang (Muji, Fadli, Denty dan Ipha) datang ke Surabaya dalam rangka pulang kampung ke Madura menyelesaikan beberapa hal yang berkaitan dengan peninggalan orang tua dan menyambung silaturahmi dengan keluarga disana.
Kami menghabiskan 1 minggu bersama yang indah, menyenangkan dan tak terlupakan...

Pagi-pagi saya dijemput oleh Paman dari Madura langsung menuju Bandara Juanda untuk menjemput mereka. Seneng banget melihat wajah-wajah orang tersayang, hatiku seperti sejuk dan nyessssss, berasa seperti di Kendari. Kupegang tangan mereka, aku rangkul mereka sampai puas. Hehehehe...
Jangan heran yahh, hal ini biasa bagi perantau seperti saya yang di hinggapi rasa home sick setengah mati :)
Selanjutnya, kami langsung menuju ke kota Gresik untuk berkunjung ke rumah temen Paman sekaligus ziarah kubur Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim.

Depan Makam Sunan Giri

Setelah itu, kami langsung cuss ke kampung halaman tercinta ------> Bangkalan, Madura. Kami lewat via jembatan Suramadu, lewat sini sih udah sering, tapi kalau lewat sini dan pas dipertengahan jembatan turun buat foto-foto, ini untuk yang pertama kali...Hehehehhehe

On the brigde Suramadu

Kurang lebih 3 hari kami berada di Madura. Bersilaturahmi ke rumah keluarga, para sesepuh dan kiai disana. Banyak pertanyaan, tapi yang paling sering di lontarkan "Kapan nikah ? Atau mau di tunangkan sama orang Madura aja ?" ckckckkckc....
No comment and stay cool aja...

Banyak tempat yang kami datangi, seperti mercusuar peninggalan Belanda yang terletak di tepi pantai, kami ke dermaga yang terletak di dekat sawah yang luar biasa, kenapa ?? karena air yang dipakai untuk menanam padi di sawah itu adalah air asin, tidak lupa kami di ajak oleh Paman kami untuk melihat peninggalan-peninggalan yang tersisa dari Nenek Kakek kami, katanya kelak apa yang ditinggalkan oleh leluhur kami di tanah Madura tidak boleh dijual, namun harus tetap di jaga, karena itu adalah salah satu yang akan mengingatkan kita untuk tetap harus kembali kesana, mengingatkan kita bahwa kita memiliki sesuatu yang untuk kami simpan dan jaga dari generasi ke generasi...
Namun sayang, ternyata setelah di usut, begitu banyak peninggalan yang sebenarnya menjadi hak keluarga kami, ternyata telah dijual dan disalah gunakan oleh beberapa pihak disana :(

Pinggir Dermaga


 @Rumah Mbah Umrah

Mbah Umrah, saudara angkatnya Nenek katanya...
Mbah sekarang hidup bersama cucu-cucunya, katanya di ajak pindah ke rumah anak-anaknya, tapi beliau gak mau, karena gak mau meninggalkan Madura.

Mbah Iyut

Mbah Iyut, Mbah yang dulu jadi pengasuh buat Ibu dan saudara-saudaranya..Mbah ini yang menjaga Ibu, Paman dan tante saya dulu waktu masih berada di Madura. Artinya sebelum tahun 1966, karena kami sekeluarga meninggalkan Madura tepat di tahun 1966, waktu itu Ibu masih berumur 3 tahun. Wawww, udah lama benget...
Tapi biar bagaimana pun harus tetap menyambung silaturahmi keluarga. 

 @Makam Ust Kholil Bangkalan

Ustad Kholil katanya salah satu pemuka agama yang keharuman namanya tercium hingga di luar pulau Jawa. Tiap hari banyak sekali orang-orang dari luar Madura seperti Semarang, Yogyakarta bahkan dari luar Jawa seperti Banjarmasin, Kalimantan yang berziarah ke makam beliau. 

Naik odong-odong di Stasion Madura

Jadi ceritanya, pas malam terakhir di Madura, sepupu-sepupu minta di ajakin ke pusat kota Bangkalan buat naik odong-odong katanya. Hahahahha..Odong-odongnya gedeee buanget, bentuknya menyerupai naga raksasa, yang mampu menampung hingga 15 orang dewasa :)  

Naik sepeda Ontel

Ala-ala di bonceng sama Fadli naek sepeda ontel, asiknyaaa... :) 

Sepupu Lelaki Kesayangan (Pacukke)

Saya kangen banget sama kalian berdua my boys...Hiksss...
Di dekat kalian, saya seperti ratu, tinggal bilang kalau mau ini itu, di jaga, di temani....pokoknya semuanya menjadi mudah dekat kalian..
Semoga ada kesempatan bisa kumpul seperti ini lagi kesayanganku...Aamiin.. 
Lop u....

Setelah puas di Madura, kami melanjutkan perjalanan ke Kota Malang...
Lalala yeyeyeyeye...
Di Malang kami menginap semalem, di salah satu Villa yang terletak di kota Batu, lokasinya tidak jauh dari BNS (Batu Night Spectacular) dengan biaya Rp. 1.000.000 per malam, fasilitas 3 kamar tidur, 2 kamar mandi air hangat, ruang tamu, ruang TV, garasi dalam di tambah pemandangan keren dari lantai 2. 

Awesome View

Jadi dari teras lantai dua itu bisa menyaksikan sunset secara live :) dan pegunungan yang indah. hehehe, Gak nyangka juga view dari villa ini kuerennn buangett rekk...

Di Malang kami ke Jatim Park 2, jalan-jalan ke pusat kota Malang mencicipi hidangan bakso bakar yang terkenal di sana. Trus, besoknya kami maen ke Agro Wisata petik Apel..

Depan Jatim Park 2


 @Agro Wisata

Asik bangett liburan kali ini..
Walaupun cuman seminggu bareng mereka, tapi gak bisa ditukar dengan apapun. Ini aja masih ada perasaan-perasaan sedih, karena mereka udah balik ke Kendari. Waktu nganter ke Bandara kemaren, aku peluk mereka satu persatu erat, dekap sambil nangis-nangis...
Rasanya gak mau kalau mereka pulang ke Kendari, Hiksss...
Perpisahan kayak gini nih yang paling gak enak... :(
Susah lagi enakin perasaan. Yang kemaren masih sama-sama ketawa-ketawa, ehh sekarang tiba-tiba udah gak sama-sama :(

 Narsis Sendiri :)

Keep Smile, always try to do it

"Kata orang, kita bisa melupakan nama seseorang yangpernah kita temui, nama tempat yang kita datangi ataupun yang lainnya. Namun kita akan sulit melupakan kenangan-kenangan indah yang pernah terjadi di dalam hidup kita"

"Special Thanks untuk Tante Halima dan Paman Mustari yang telah mensponsori liburan ini...
Semoga umur panjang dan rejekinya lancar, Aamiin ya Allah"